5 Petinju Indonesia Yang Memiliki Prospek Besar di Dunia Tinju Internasional

Dunia tinju di Indonesia memang tidak terlalu besar sebagai mana di daratan Eropa. Karena hanya beberapa orang pentinju saja yang berhasil menjadi juara dunia. Meski demikian Indonesia selalu saja dapat menciptakan wajah-wajah baru.

Salah satu wajah baru petinju Indonesia adalah Daud Yordan. Selain Daud Yordan ada beberapa pentinju lain yang memiliki prospek sebagai petinju terkenal asal Indonesia.

1. Tibo Monabesa

Tibo Monabesa, 30 tahun adalah seorang petinju asal Nusa Tenggara Timur.

Dia berhasil merebut gelar dunianya melalui kemenangan angka 12 ronde atas petinju Australia, Omari Kimwer, yang berlangsung dalam perebutan gelar lowong di GOR Flobamora, Kota Kupang, 7 Juli 2019 lalu.

Monabesa melakukan debutnya pada Mei 2012. Rekor tinju dari Tibo Monabesa adalah 18-0-2.

2. Hebi Marupa

Hebi Marupa adalah seorang juara Indonesia kelas ringan yunior dan kelas ringan.

Sejak memulai debutnya pada Oktober 2015, Marapu telah merebut gelar Asosiasi Tinju Indonesia Super Featherwieght, gelar Kelas Ringan Komisi Tinju Profesional Indonesia, dan gelar Kelas Ringan Perak WBC Asian Boxing Council.

Sampai saat ini kemenangan terbaiknya adalah kemenangan KO ronde ke-9 melawan Phutthiphong Rakoon. Rekor bertanding Marupa adalah 12-0-0.

3. Ari Agustian

Petinju kidal dari Pontianak, Kalimantan Barat ini telah bertanding ke tiga negara yaitu Thailand, Jepang, dan Filipina.

Pertandingan Ari Agustian yang terakhir yaitu berhasil menghajar petinju Thailand, Suntorn Panthom sampai tiga kali jatuh-bangun. Ari menang TKO ronde 2, yang berlangsung di Kampus ASMI, Jakarta pada April 2019.

Ari telah menjadi terkenal di kancah amatir Indonesia sebelum melakukan debutnya pada April 2017.

Rekor tinju Ari agustian untuk aksi profesionalnya yaitu 7-0-0.

4. Ongen Saknosiwi

Ongen Saknosiwi, seperti Ari Agustian, memiliki rekor KO yang sempurna.

Meskipun tidak meraih kemenangan besar, prospek kelas bulu, Ongen yang dijuluki “Elang”, tampak memiliki bakat yang benar-benar menarik. Ongen memulai debut tinju profesionalnya pada bulan Desember 2016.

Ongen Saknosiwi merenbut gelar IBA world featherweight di Kota Batu, Jawa Timur, 17 November 2019, setelah menang angka 12 ronde melawan Marco Demecillo (Filipina).

Rekor tinju dari Ongen Sanosiwi adalah 8-0-0.

5. Jon Jon Jet

Divisi Kelas Terbang Super adalah salah satu yang terberat dalam tinju profesional saat ini, Yohanis Mau Fatin alias Jon Jon Jet tampaknya masih memiliki peluang di kelas tersebut.

Salah satu petinju asalah Indonesia yang berhasil merebut juara pada kelas ini adalah Elly Pical pada tahun 1980-an. Jon Jon Jet diharapkan dapat melakukan hal serupa di kelas ini.

Rekor tinju dari Jon Jon Jet adalah 8-0-0.

Prospek petinju lain dari Indonesia yang mungkin memilik prospek menjadi petinju juara dunia seperti Andika D’Golden Boy di kelas terbang (14-0, 7), kelas welter Rivo Kundimang (4-0-1, 1), calon Kelas Terbang Super Patrick Liukhoto (7-0, 5) dan petinju pemula kelas Terbang Ken Neparasi (1-0, 1).

Flowers in Chania

Leave a Comment