Sejarah Terciptanya Olahraga Seni Bela Diri Campuran (MMA)

Seni bela diri campuran atau lebih dikenal dengan sebutan mixed martial arts (MMA) adalah olahraga tempur modern yang menggabungkan hampir semua jenis keahlian seni bela diri populer.

MMA adalah olahraga tempur individu di dalam kadang dengan para petarung menggunakan lebih dari satu jenis keahlian bela diri seperti gulat, tinju, muay thai, brazilian jiu-jitsu dan sebagainya.

Meski pun olahraga tempur yang relatif baru, MMA telah menjadi acara olahraga paling banyak disaksikan selain olahraga tinju.

Istilah “seni bela diri campuran” pertama kali digaungkan pada tahun 1993 oleh pembawa acara televisi bernama Howard Rosenberg yang diucapkannya di acara UFC 1, merupakan acara MMA pertama kali yang ditayangkan.

Sejarah MMA

Olahraga MMA diketahui telah ada sejak zaman Yunani kuno dengan sebutan olahraga Pankration.

Pankration merupakan sebuah pertandingan olahraga yang diperkenalkan di Yunani dalam Olimpiade pada tahun 648 SM dan merupakan olahraga pertarungan tangan kosong dengan hampir tidak ada aturan.

Aturan yang berlaku di Pankration ketika itu adalah tidak boleh menggigit, tidak memukul area selangkangan dan tidak boleh mencolok mata.

Sekarang, olahraga seni bela diri campuran sudah diawasi oleh badan pengawas atletik. Dan tentunya sudah memiliki berbagai macam aturan tambahan agar petarung tetap aman ketika bertarung.

Kapan MMA Mulai Populer?

Olahraga seni bela diri campuran sempat memudar.

Kemudian olahraga pertarungan ini muncul kembali dan mulai mendapatkan popularitas pada abad 19.

Disini adalah awal mula MMA berubah menjadi olahraga yang modern. Para petarung mulai menggabungkan keahlian bela diri yang mereka miliki di setiap pertandingan.

Kehadiran MMA Pertama Kali di Publik

Seni bela diri campuran yang pertama kali muncul di publik adalah Savate pada tahun 1850-an.

Savate merupakan ilmu bela diri yang berkembang di Prancis yang menggunakan tangan dan kaki. Savate mengombinasikan teknik tinju ala barat dan beberapa teknik tendangan.

Seni bela diri gulat mulai ditambahkan kedalam olahraga Savate pada abad 19. Ini merupakan era mulai tercitptanya MMA modern.

Pada abad 19, juga dikembangkan seni bela diri yang disebut dengan Bartisu.

Bartitsu adalah seni bela diri eklektik dan metode pertahanan diri yang awalnya dikembangkan di Inggris pada tahun 1898–1902, menggabungkan elemen tinju, jujitsu, pertarungan tongkat, dan Savate.

Kemudian tahun 1920-an, olahraga tempur yang disebut Sambo muncul di Uni Soviet, olahraga pertarungan Sambo menggabungkan seni bela diri gulat, judo, dan tinju.

Di abad 20, muncul fenomena cikal bakal olahraga bela diri campuran yang sangat berpengaruh pada perkembangan MMA modern.

Ialah adanya dua petarung dengan keahlian masing-masing berhadapan dalam satu ring.

Mereka adalah legenda tinju Muhammad Ali melawan legenda gulat asal Jepang, Antonio Inoki. Pertarungan mereka terjadi pada tahun 1976.

Pertarungan akhirnya dinyatakan seri setelah bertarung selama 15 ronde.

Siapa Pencipta MMA Modern?

Perkembangan MMA modern sangat terlihat pada tahun akhir 60-an dan awal tahun 70-an, ketika seniman bela diri legendaris Bruce Lee mengembangkan keahlian yang dikenal sebagai Jeet Kune Do.

Itu adalah gaya kung fu yang sangat lengkap dengan menggabungkan sejumlah besar gaya dan teknik beladiri yang berbeda, teknik yang Bruce lakukan itu dianggap sebagai gaya MMA pertama dalam sejarah.

Pendapat ini pun disetujui oleh presiden UFC, Dana White , yang menjuluki Bruce Lee sebagai “bapak seni bela diri campuran” dalam sebuah wawancara pada tahun 2004.

Perkembangan Seni Beladiri Campuran Modern

Acara MMA terus berkembang seiring beberapa dekade berlalu hingga 1993, ketika acara MMA global resmi pertama – UFC 1 – diadakan di Denver, Colorado. Ini adalah “tahun kelahiran” resmi MMA dan salah satu peristiwa terpenting dalam evolusi olahraga pertarungan MMA.

UFC 1 disiarkan di televisi dan saat itu juga komentator Howard Rosenberg menyebutnya dengan istilah “seni bela diri campuran”.

Selama kurang dari 30 tahun, MMA terus berkembang dari acara televisi lokal dan menjadi populer secara global. Popularitas MMA terus meningkat dan hingga saat ini olahraga MMA belum mencapai puncaknya.

Dari fenomena-fenomena yang ada, olahraga tempur MMA akan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya karena semakin banyak orang yang jatuh cinta dengan olahraga tempur yang menggunakan beragam keahlian seni bela diri.

Leave a Comment